7 Jenis Psikotes Populer Saat Masuk Kerja dan Solusinya

Tris Susanti Dewi 23 October 2018

Saat akan menghadapi ujian masuk perguruan tinggi, sekolah tertentu atau seleksi pekerjaan, ujian psikotes/ tes psikologi akan menjadi salah satu tantangan tersendiri. Ada banyak jenis psikotes yang biasanya diujikan. Namun, tidak jug semua kampus, sekolahan ataupun perusahaan menerapkan psikotes dalam proses rekruitmen.

Soal-soal psikotes, biasanya akan dihadapi di saat melamar kerja menjadi karyawan disebuah perusahaan. Seperti tes logika penalaran, tes pencocokan gambar, tes logika gambar, aritmatika psikotes, dan masih banyak lagi.  Mungkin hampir semua perusahaan menerapkan sistem psikotes pada calon karyawannya. Karena psikotes berguna untuk menentukan posisi atau jabatan yang layak untuk si calon karyawan. Dan pastinya, sesuai dengan kriteria yang dicari oleh perusahaan. Maka, psikotes dianggap penting dan sangat perlu diterapkan demi tercapainya target pencarian karyawan baru yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Psikotes sendiri berasal dari kata physico yang memiliki arti mental fisik dan test yang artinya ujian atau tes. Jika digabungkan, kata tersebut berarti metode yang digunakan untuk meraih hasil psikologi dari orang yang menghadapi tes tersebut. Kita harus menjalani serangkaian tes psikologi,  untuk mengetahui beberapa kriteria yang dibutuhkan perusahaan, seperti kondisi mental, kemampuan dasar (IQ, IE atau kemampuan bahasa dan penalaran).

Test ini ditunjang dengan sistem atau alat yang memiliki kategori khusus, dan hanya bisa dijalankan seseorang yang memiliki ilmu pada bidang tersebut yakni dalam hal ini bidang psikotes. Tes psikologi sendiri dapat memperlihatkan watak dan sikap seseorang dari sisi interest, intelijen, personality, dan juga attitude.

Berikut, cara pengerjaannya psikotest :

1. Jenis tes psikologi penalaran logika Aritmatika

Metode test ini biasanya dipenuhi dengan deretan gambar 2 D hingga 3 D. Bertujuan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam menganalisa dan juga memahami suatu pola tertentu. Jenis tes psikologi ini sangat berguna hasilnya untuk perusahaan. Karena dengan diketahuinya kemampuan calon karyawannya dalam menganalisa dan memahami pola tertentu, perusahaan bisa mendapatkan karyawan yang sesuai dengan standarisasi yang dibutuhkan.

Cara pengerjaannya juga membutuhkan trik khusus, misalnya,  Jangan hanya terfokus pada deret hitung atau deret ukur dalam perhitungan. Sebaiknya dilihat semua angka dengan sisi pandang yang lebih luas. Karena di dalam soal deret angka yang panjang, 3 sampai 5 angka yang dilihat tidak menjamin bisa memberi jawaban dengan benar. Dan jangan sia-siakan waktu, dengan terfokus pada soal saja, karena tetap perlu diingat bahwa waktumu terbatas.

2. Jenis tes psikologi “Test Wartegg”

Nama nya cukup unik. Namun sebenarnya dinamakan test wartegg karena penemunya yang bernama Ehrig Wartegg seorang psikolog yang berasal dari Jerman. Dalam tes ini akan menemukan 8 kotak dengan pola yang berbeda. Biasanya kotak-kotak tersebut mengandung pola titik, garis lurus berjejeran, garis tegak lurus, garis melengkung, dua garis tidak beraturan, kotak hitam kecil, garis melengkung, jajaran titik yang melingkar, dan masih banyak lainnya.

Pola-pola tersebut memiliki arti yang berbeda, berikut beberapa pengantiaan dari tiap pola tersebut :

Titik Kecil : Menggambarkan kelincahan, atau pusat dari sesuatu

Garis Lurus Berjejeran : Keinginan untuk memperbaiki diri, cobalah untuk menggambar tangga

Garis Tegak Lurus : Menggambarkan ketepatanmu dalam memecahkan masalah

Garis Melengkung : Kebijaksanaan dan juga kebesaran

Kotak Hitam Kecil : Mencerminkan Konstruksi yang begitu kuat.

Jajaran Titik :Perlakuan Hati-hati terhadap suatu hal atau benda

Cara pengerjaanya untuk bisa lulus tes ini cukup mudah, caranya yakni sebisa mungkin usahakan kertas ujian dalam kondisi bersih. Jika akan memulai mengerjakan tes ini, sebaiknya jangan memulai dari kotak nomer 5. Karena dalam ilmu psikologis, kemungkinan orang (laki-laki) yang mengerjakan dari kotak nomer 5 memiliki kelainan seksual. Sebaiknya kerjakan test yang satu ini secara berurutan atau jangan terlalu berantakan. Misal 1-2-5-4-3-6-8-7. Pahami makna dan arti dari tiap pola terlebih dahulu.

3. Jenis tes psikologi “Analog Verbal Test

Tes ini biasanya terdiri dari 40 soal, dimana soal-soal tersebut berisi antonim/sinonim/analog dari suatu kata. Fungsi dari tes ini yaitu untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam menghadapi suatu kondisi. Selain itu juga berfungsi untuk penilaian seberapa jauh kamu menerka dan memahami sebab-akibat pada suatu permasalahan.

Untuk cara pengerjaannya cukup mudah yakni selalu berkonsentrasi dan selalu gunakan logika. Namun jika memiliki masalah dengan dua hal tersebut, ada cara lain untuk lulus dari tes yang satu ini. Yakni membypass dengan cara hafalkan beberapa contoh soalnya. Karena sering sekali soal yang diberikan dalam tes ini relatif sama.

4. Jenis tes psikologi DAM ( Draw A Man ) Test

Sesuai dengan arti dalam Bahasa Indonesia, yakni diharuskan mengerjakan tes menggambar seorang manusia. Setelah itu deskripsikan jenis kelamin, usia, dan juga aktifitas di dalam gambar tersebut. Hasil atau fungsi dari tes yang satu ini yakni untuk mengetahui kepercayaan diri seseorang, tanggung jawabnya, ketahanan dan juga kestabilannya dalam bekerja.

Sekarang untuk cara pengerjaannya ada dua, yang pertama gambarlah seseorang yang sedang dalam keadaan melakukan aktifitas seperti misal pak guru yang sedang mengajar didepan kelas, pak tani yang sedang mengolah sawah, eksmud yang terlihat memegang koper, dan lain sebagainya. Yang kedua jangan pernah hanya menggambar separuh badan (dari pinggang ke atas) alias gambarlah orang secara utuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dan usahakan detail gambar tetap diperhatikan seperti telinga, mata, hidung, dan mulut.

5. Edwards Personal Preference Schedule atau disingkat EPPS test

Jenis tes yang kelima ini biasanya disebut tes EPPS, dimana fungsi dari tes ini yakni menunjukkan jati diri dan kepribadian seseorang secara lebih detail. Tes ini terdiri dari 225 nomor soal, yang di dalam masing-masing soal hanya terdapat dua pilihan jawaban seperti A atau B. Pilihan yang kamu pilih biasanya menunjukkan atau sesuai dengan kepribadian kamu.

Perlu diingat, semua soal harus kamu jawab walaupun diantara pilihan itu tidak menunjukkan diri kamu yang sebenarnya. Karena dalam tes ini tidak ada jawaban yang benar atau salah, melainkan setiap jawaban akan menunjukkan kepribadian kamu yang sebenarnya. Tujuannya sendiri, tes EPPS yakni untuk bisa menyaring orang-orang yang memiliki kepribadian sesuai dan pastinya diharapkan perusahaan itu sendiri.

Kunci pengerjaannya pun hanya ada satu yakni, jangan pernah bohongi diri kamu sendiri dalam kata lain bersikaplah jujur dan apa adanya walaupun itu menuntut kamu menunjukkan kekurangan diri sendiri. Beberapa kali pilihan akan diulang pada nomer yang di acak tentunya, dan disitulah ujian kejujuranmu akan terlihat.

6. Kraeplien/Pauli test

Tes yang satu ini terdiri dari gugusan angka yang tersusun membujur atau dari atas ke bawah dalam bentuk lajur. Biasanya kamu akan diminta untuk menambahkan atau menjumlahkan dua angka dengan waktu yang telah ditentukan untuk setiap kolomnya. Tes ini memiliki fungsi untuk menilai tingkat ketahanan, konsistensi, ketelitian, sikap terhadap tekanan, penyesuaian diri, dan juga kecepatan mengerjakan pekerjaan.

Berikut cara pengerjaannya untuk tes yang satu ini :

Jangan pernah melakukan cheating waktu maupun hasil dari penjumlahan. Jika kamu sampai melakukannya, itu akan membuat kamu merugi. Selain waktu pengerjaanmu akan terbuang, hal ini juga membuat grafik penjumlahanmu tidak alami. Diwajibkan menggunakan pensil biasa atau pulpen dibandingkan jika kamu menggunakan pensil mekanis. Karena di saat ujung pensil mekanis tersebut habis, tentunya kamu akan membutuhkan waktu sepersekian detik untuk me-reloadnya. Memang tidak seberapa jika hanya sekali, namun jika berkali-kali tentunya kalkulasi waktu yang terbuang akan terlihat banyak.

Yang terakhir dan yang paling penting yakni selalu berkonsentrasi. Di awal pengerjaannya mungkin kamu akan bisa menjaga konsentrasi, namun biasanya pada pertengahan atau menjelang akhir tes konsentrasi akan mulai menurun. Usahakan selalu kendalikan dirimu dalam menghemat tenaga, sehingga konsentrasi akan stabil hingga akhir tes.

7. Tes psikologi “Test Army Alpha Intelegence”

Terdapat 12 soal dengan kombinasi deret angka dan juga deret bentuk. Antara soal yang satu dengan yang lain terkadang akan saling berhubungan. Fungsinya tes ini adalah mengukur kemampuan daya tangkap dalam melaksanakan dan menerima perintah atau instruksi, cepat atau lambat.

Selalu memfokuskan konsentrasi pada perkataan narator, selain karena waktu yang terbatas narator pun tidak akan pernah mengulang instruksinya. Satu hal lagi, sabar dalam menjawab. Jangan pernah memotong narator memberikan instruksi dan jangan terburu-buru untuk menjawabnya.

Dari beberapa tips pengerjaan soal psikotes diatas ada satu hal lagi yang perlu kamu ketahui. Yakni Learning By Doing, ya belajar dari apa yang pernah dilakukan. Yang berarti dalam hal ini, belajarlah dari pengalaman sebelumnya dalam menghadapi ujian psikotes. Cobalah untuk introspeksi segala kesalahan yang seharusnya tidak terjadi lagi di ujianmu yang akan datang.

Misalnya latihlah diri untuk menghadapi kesalahan atau kesulitan dalam menghadapi soal psikotes. Selain itu membaca ulang atau mencoba mencari materi psikotes untuk refreshment. Ditambah dengan persiapan fisik dan mental yang harus selalu terjaga, sehingga esok hari bisa menyelesaikan ujian psikotesmu dengan maksimal.

Skema seperti diatas tentunya akan sangat membantu kamu dalam menghadapi ujian psikotes ke depannya.

 

Karena soal-soal psikotes sendiri seharusnya jangan dijadikan momok, lambat laun pasti soal-soal psikotes akan menjadi suatu hal yang tidak asing untuk kamu. Percaya diri dan optimisme yang tinggi juga harus kamu miliki dalam setiap akan menghadapi ujian psikotes. Karena persiapan fisik dan mental dalam menghadapi soal psikotes juga tidak akan sempurna tanpa rasa percaya diri. Suges yang diberikan dari rasa percaya diri yang kamu miliki

tentunya akan membawa dampak positif.

 

Kesimpulan akhir untuk semunya adalah buang jauh ketakutan atau rasa pesimis, jika itu tidak dilakukan pasti akan merasa kesulitan dalam mengerjakan psikotes tersebut. Selalu mencoba kendalikan diri mulai dari ego, pengendalian porsi penggunaan tenaga atau fisik, pola pikir, kejujuran dan segala hal yang sekiranya akan berimbas negatif di saat akan menghadapi ujian psikotes perlu kamu persiapkan secara matang.

 

Biasanya setelah lolos tes psikologi, maka tahapan selanjutnya masuk pada wawancara kerja. Disini akan di uji dengan berbagai pertanyaan wawancara kerja.

 

Dan ingat berdoa akan menjadi pelengkap dari semuanya, maka lakukanlah untuk melengkapi semuanya.

The More You Share, The More You Earn

Share Artikelmu Tentang HR
Dapatkan Reward Ekslusif

Gratis sampai kapanpun