Kesuksesan Seorang Ibu Berada di Keluarga

Prima Tri Anggara 30 January 2010

Kesuksesan Seorang Ibu Berada di Keluarga
Adjeng Ratna Suminar
“Saya akan menjadi seorang istri dan ibu sejati lebih dulu, baru menjadi seorang ibu negara”. Itulah sepenggal kata yang dilontarkan mantan Ibu Negara Amerika Serikat Jackie Kennedy ketika menyikapi soal parameter kesuksesan seorang perempuan.
Kalimat itu juga nampaknya sudah tertanam di dalam hati Adjeng Ratna Suminar. Anggota DPR Komisi I ini berpendapat, bahwa prestasi terbesar seorang perempuan bukanlah dalam bidang profesi, gelar akademis, atau yang lainnya. Namun, prestasi tersebut bisa diraih jika sang perempuan mampu menjaga keharmonisan rumah tangga dan menjadi contoh yang baik bagi keturunannya.

“Buat apa saya berhasil secara karir tapi gagal di keluarga? Negara akan baik jika organisasi terkecilnya baik. Dan organisasi terkecil itu adalah keluarga. Jadi perempuan itu tiang negara karena memiliki peran penting di keluarga,” kata Adjeng saat berbincang dengan okezone belum lama ini.

Perempuan kelahiran Bandung 2 November 1961 ini memang dikenal sibuk dengan berbagai aktivitas. Selain saat ini tercatat sebagai Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat, dia juga dikenal aktif dengan sejumlah kegiatan dan yayasan yang didirikannya.

Namun, kondisi demikian tidak membuat Adjeng lupa dengan tugasnya sebagai seorang ibu. Dia rela bolak-balik Bandung-Jakarta untuk mengabdi kepada negara sebagai wakil rakyat dan menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. “Pokoknya saya selalu usahakan setiap hari bisa bertemu anak,” tandasnya.

Adjeng mengimbau kepada seluruh kaum ibu dan perempuan di Indonesia agar lebih tahan banting dalam menghadapi hidup. Dia juga berharap, perempuan di Indonesia tidak memiliki pemikiran ingin selalu didahulukan karena perannya seorang perempuan. “Pokoknya harus bisa bersaing dalam segala hal,” ujar istri dari Suharno dan ibu dari Isa Agung Wicaksono, Anisa Permata Sari, dan Almira Nindya Artha ini.

Sebagai tokoh perempuan, Adjeng menaruh harapan kepada pemerintah agar terus meningkatkan perhatiannya kepada kaum perempuan. Salah satunya dengan melibatkan perempuan dalam sejumlah jabatan penting.

“Di Indonesia perempuan yang menjadi jenderal atau hakim masih sedikit. Seharusnya pemerintah bisa memberikan kesempatan. Seperti yang terjadi di Portugal dan Prancis, dimana sejumlah perempuan memegang jabatan penting,” tukas Adjeng.

Mantan Ketua Partai Demokrat DPD Jawa Barat ini juga mengaku kurang setuju dengan istilah kuota 30 persen di bidang pemerintahan. Adjeng lebih berharap pemerintah tidak membatasi dengan istilah kuota. “Biarkan mengalir apa adanya. Selama perempuan tersebut mampu, mengapa harus dibatasi?” demikian Adjeng.
(doc.okezone.com)


The More You Share, The More You Earn

Share Artikelmu Tentang HR
Dapatkan Reward Ekslusif

Gratis sampai kapanpun

Rekomendasi Untuk Anda