Promosi Jabatan untuk Karyawan

Ade Susilo 14 March 2018

Bagi seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan, promosi jabatan mungkin menjadi suatu hal yang diidamkan. Dengan mendapatkan promosi jabatan, itu berarti pindah ke satu jabatan yang lebih tinggi dengan upah, fasilitas, tanggung jawab dan peluang yang lebih besar. Lebih dari itu, promosi jabatan bisa jadi dinilai sebagai bentuk apresiasi dari perusahaan kepada seorang karyawan yang telah mengabdikan waktu dan pemikirannya demi kemajuan perusahaan.

Promosi jabatan bisa dilakukan jika perusahaan sedang melakukan perluasan, ada karyawan yang pensiun atau mengundurkan diri. Namun juga terkadang sebuah promosi jabatan sengaja dibuat karena karena kompetensi atau keahlian khusus yang dimiliki oleh seorang karyawan.

Secara umum, sebuah perusahaan akan memberikan promosi kepada seorang karyawan dengan memperhatikan dua hal yakni masa kerja dan kemampuan atau kompetensi karyawan. Bagi perusahaan konvensional, biasanya masa kerja menjadi pertimbangan utama memberikan promosi jabatan kepada seorang karyawan. Dengan masa kerja yang lama, seorang karyawan dianggap memiliki loyalitas tinggi pada perusahaan. Ia juga dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman yang lebih.

Perusahaan yang yang lebih modern dan profesional memiliki pandangan yang berbeda. Mereka menilai kompetensi, keahlian dan prestasi kerja merupakan hal yang utama serta menjadi prioritas sebagai pertimbangan memberikan promosi kepada seorang karyawan. Banyak perusahaan merekrut tenaga kerja muda yang dinilai lebih mampu dan memiliki potensi untuk berkembang.

Sebagian perusahaan yang lain mengkombinasikan antara masa kerja dan kompetensi saat menentukan promosi jabatan bagi seorang karyawan. Saat ada dua kandidat dengan kompetensi yang sama, maka selanjutnya seseorang yang memiliki masa kerja lebih lama yang terpilih menduduki jabatan yang dipromosikan.

Kompetensi dan potensi adalah hal krusial untuk menentukan seorang karyawan layak untuk dipromosikan. Untuk itu, parameter penilaian kompetensi harus jelas dan dapat diukur. Hal ini menjadi aspek paling penting untuk memberikan nilai keadilan bagi seluruh karyawan.

Untuk menilai kompetensi seorang karyawan bisa dilihat dari deskripsi pekerjaan dan pencapaian prestasi yang dicapainya sesuai dengan standar yang ditargetkan oleh perusahaan. Dengan begitu akan terlihat gambaran keseluruhan kompetensi yang dimiliki oleh seorang karyawan.

Melihat potensi karyawan lebih sulit dilakukan dibandingkan menilai kompetensi seseorang. Penilaian dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu tes psikologi dan wawancara, penilain rekan sejawat (peer ratings) dan metode fallback.

Tes psikologi adalah hal yang umum dilakukan untuk menilai seseorang apakah memiliki potensi untuk sebuah jabatan baru yang disiapkan. Selanjutnya wawancara dilakukan oleh manajer HRD atau manajer lain. Namun perusahaan dapat mempercayakannya kepada lembaga assement center untuk mendapatkan hasil yang lebih terpercaya dan objektif.

Cara yang kedua yaitu peer ratings. Peer ratings cocok untuk sebuah perusahaan kecil atau yang sedang berkembang karena dianggap murah dan efektif. Rekan sejawat akan menilai apakah seseorang dinilai memiliki potensi untuk jabatan promosi tersebut. Agar lebih objektif, yang melakukan penilaian diharuskan lebih dari satu orang.

Yang terakhir adalah metode fallback. Metode ini dilakukan dengan cara menempatkan calon karyawan yang akan dipromosikan pada jabatan yang kosong yang setara dengan jabatan promosi namun dengan gaji yang sama dengan jabatan karyawan sebelumnya. Posisi baru yang setara ini disebut fallback position. Hal ini dilakukan sebelum promosi jabatan diumumkan.

Cara-cara ini dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam memberikan promosi jabatan promosi. Perusahaan juga dapat melakukan kombinasi beberapa cara atau memodifikasinya sejalan dengan kondisi dan budaya kerja dari perusahaan masing-masing.

The More You Share, The More You Earn

Share Artikelmu Tentang HR
Dapatkan Reward Ekslusif

Gratis sampai kapanpun

Rekomendasi Untuk Anda