TINGKAT KOMPETENSI UNTUK JABATAN

SUGENG RIANTO 28 June 2010

TINGKAT KOMPETENSI UNTUK JABATAN
ACHIEVEMENT AND ACTION : MERENCANAKAN & MENGIMPLEMENTASIKAN
KOMPETENSI: SEMANGAT UNTUK BEPRESTASI atau UNTUK MENCAPAI TARGET KERJA
( ACHIEVEMENT ORIENTATION, ACH)
Definisi :
Derajat kepedulian seseorang terhadap pekerjaannya sehingga ia terdorong berusaha untuk bekerja dengan lebih baik atau di atas standar
Mencakup :
- Bekerja untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh manajemen
- Menetapkan dan bertindak dalam meraih sasaran diri sendiri dan orang lain. Fokus pada perbaikan
- Pengoptimalan dalam penggunaan sumber daya
- Melakukan perhitungan terhadap resiko enterpreneurial
SKALA ACH
Level Penjelasan Indikator Prilaku Pemegang Jabatan Semanagat Berprestasi
Dimensi A: Intensitas dan Kelengkapan
Level 0 Berfokus pada tugas yang diberikan.
Memberikan usahanya dengan fokus pada tugas yang dengan prestasi rata rata.Tidak diperlukan suatu inisiatif untuk memulai suatu tugas atau cara kerja yang baru
Level 1 Bermotivasi untuk merngerjakan pekerjaan dengan cara yang lebih baik.
Memiliki inisiatif dan menunjukan keinginan untuk mencapai standar kerja yang telah ditetapkan (minimum sama dengan prestasi rata-rata). Senangnya mencoba untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik atau benar, misalnya ingin menemukan cara kerja yang lebih cepat, lebih efisien, lebih murah dsb.
Level 2 Selalu berusaha untuk menyamai standar orang lain / prestasi rata-rata.
Harus mampu untuk bekerja untuk mencapai suatu standar kinerja yang ditetapkan oleh pihak manajemen ( misalnya, menyesuaikan dengan anggaran, mencapai kuota / target penjualan, dan persyaratan kualitas, dsb).
Level 3 Mampu menetapkan ukuran kepuasan kerja / prestasi kerja sendiri, tidak perlu ada pedoman perfomasi dari manajemen.
Berfikir mandiri dalam menetapkan ukuran keberhasilan kerjanya; misalnya, jumlah uang yang dikeluarkan, tingkatan penjualan yang ingin dicapai, menilai perfomansi orang lain, penggunaan waktu, tingkat scrap, memenangkan persaingan, dsb. Level ini juga dapat untuk jabatan yang memegang jabatannya perlu menetapkan target kerjanya secara mandiri, tetapi belum benar- benar menantang, tetapi selalu menetapkan target baru yang sedikit lebih baik. ( catatan: untuk target kerja yang benar-benar menantang dapat diberi nilai untuk level 5, jika tidak benar- benar menantang (agak ragu) diberi skor, 3)
Level 4 Terus berusaha untuk memperbaiki kinerja
Mempunyai kebijakan dalam system kerja, atau dalam kebiasaan kerjanya sendiri untuk memperbaiki kinerja (menetapkan target kerja selalu meningkat dari waktu ke waktu, misalnya mengerjakan sesuatu dengan lebih baik, cepat, dengan biaya yang lebih murah, lebih efisien, meningkatkan kualitas, kepuasan konsumen, semangat pendapatan),tanpa menetapkan suatu target / tujuan tertentu pada awal kerjanya.
Level 5 Menetapkan tujuan yang menantang.
Menetapkan suatu tindakan untuk mencapai tujuan-tujuan yang menantang baik menurut standar diri sendiri maupun standar dari orang lain. ( misalnya, meningkatkan ( penjualan / kualitas / produktuvitas sebanyak 15% dalam waktu 6 bulan).”menantang”disini maksudnya ada kemungkinan 50-50 untuk mencapai tujuan tersebut merupakan suatu tujuan yang ketat, namun realistis, atau mungkin dilaksanakan. Individu yang biasa melaksanakan merencanakan suatu tujuan untuk mencapai suatu tujuan yang menantang tetap diberi skor 5, bahkan jika tujuan itu tidak dapat dicapai. Sebaliknya untuk individu yang dalam keseharianya membuat target yang “aman” tidak diberi skor 5, tetapi 3,. Skor 5 diberikan juga kepada individu yang tidak mencapai target kerjanya di awal, tetapi terbukti performansinya meningkat tajam. ‘Tadinya ketika saya mengambil alih, efisiensinya sebesar 20%, sekarang 85%.
Level 6 Menganalisa segala tindakan dan keputusan berdasarkan pertimbangan Biaya-Manfaat (Cost Benefit Analisys).
Menentukan keputusan-keputusan, menetapkan prioritas, atau memilih tujuan–tujuan dalam basis input dan output: membuat pertimbangan secara ilmiah dan eksplisit.
Level 7 Mengambil resiko enterprenerial dengan pertimbangan yang masak.
Memanfaatkan sumber daya dan atau waktu yang signifikan (dalam ketidakpastian) untuk meningkatkan peformansi, mencoba suatu yang baru, mencoba suatu tujuan yang menantang (misalnya mengeluarkan produk atau jasa baru, memilih operasi ‘turn aroun”), disamping itu juga melaksanakan tugas untuk meminimasi resiko yang akan terjadi (misalnya, melakukan riset pemasaran, melakukan pendekatan pada konsumen, dsb); atau dalam Achievement for orther entrepreneurial, memberikan semangat dan mendukkung bawahan dalam menanggung resiko entrepreneurial. Mengambil kesempatan baru dengan penuh pertimbangan, dan meninggalkan apa yang telah dicapai / dimiliki dengan resiko terbesar akan kehilangan yang telah dimiliki jika ternyata kesempatan baru yang diambil tersebut gagal.
Level 8 Konsisten dalam usaha-usaha entrepreneurial.
Melaksanakan tindakan yang dilakukan diluar waktu kerja dalam ketidakpastian untuk meraih tujuan entrepreneurial; atau dengan sukses melakukan usaha-usaha entrepreneurial.
Penjelasan Indikator Pemegang jabatan
Dimensi B. Dampak prestasi /usaha yang dilakukan, besarnya pengaruh
(berlaku jika level kompetensi ACH A 3 atau lebih)
Level 1 Fokus pada kinerja / performansi pribadi.
Bekerja untuk meningkatkan efisiensinya melalui teknik time management, metode kerja personal yang baik, dan sebagainya.Termasuk di dalamnya usaha-usaha untuk untuk meningkatkan efisiensi kerja diri sendiri dan bisa juga termasuk satu orang lainya (salah satu bawahan, sekretaris, dan sebagainya).
Level 2 Mempengaruhi satu atau dua orang lain
Mampu menumbuhkan komitmen finansial (pendapatan / penghematan) yang kecil saja bagi perusahaan
Level 3 Mempengaruhi satu kelompok kerja (4-15 orang).
Mampu memberikan dampak komitmen finansial atau penjualan dengan ukuran moderat. Bekerja untuk membuat sistem yang menjadi lebih efisien, mempengaruhi orang lain untuk bekerja dengan lebih baik / efisien (ACH Others), meningkatkan performensi kelompok (ACH Team).
Level 4 Mempengaruhi satu departemen lebih dari ( 15 orang).
Mampu meningkatkan penjualan dalam jumlah yang cukup besar atau komitmen yang cukup besar bagi perusahaan.
Level 5 Mempengaruhi perusahaan yang cukup besar dalam skala menengah.
(atau suatu divisi dalam perusahaan besar).
Level 6 Mempengaruhi perusahaan dalam skala besar
Level 7 Mempengaruhi keseluruan industri
Level Penjelasan indikator Prilaku pemegang jabatan
Dimensi C. Derajat inovasi, usaha membuat sesuatu yang baru, berbeda baik tindakan ide, dalam konteks pekerjaan organisasi
( berlaku untuk level kompetensi ACH A 3 atau lebih )
Level 1 Hal baru untuk pekerjaan atau unit kerja.
Mampu melakukan hal-hal tertentu (untuk meningkatkan performansi) yang belum pernah dilakukan untuk pekerjaan tertentu, namun mungkin sudah dilakukan dibagian lain perusahaan
Level 2 Hal baru untuk organisasi.
Mampu melaksanakan performansi dengan hal-hal baru dan berbeda ( yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh perusahaan tersebut, namun bukan hal yang baru di dalam industri yang bersangkutan)
Level 3 Hal baru untuk industri.
Mampu meningkatkan performansi dengan melakukan hal yang unik, melawan arus, dan baru bagi industri yang bersangkutan.
Level 4 Transformasi.
Mampu melakukan hal-hal yang benar-benar baru dan efektif yang merubah industri ( misalnya transformasi yang dimulai Apple, terhadap industri komputer personal, pengembangan transistor oleh Schockley, yang mengawali langkah industri elektronik, transformasi yang dilakukan Henry Ford terhadap industri manufaktur mobil). Level ini, sesuai dengan definisinya, jarang sekali terlihat.

Sumber : Spencer & Spencer

The More You Share, The More You Earn

Share Artikelmu Tentang HR
Dapatkan Reward Ekslusif

Gratis sampai kapanpun

Rekomendasi Untuk Anda