Presiden: Ketersediaan SDM Prasyarat Industri

Hari mulyadi 10 August 2017

Presiden Joko Widodo menghadiri peluncuran program Pendidikan Vokasi Industri wilayah Jawa Barat di PT Astra Otoparts Tbk Cikarang, Jawa Barat.

”Setelah pembangunan infrastruk­tur tahapan besar yang harus kita la­kukan adalah pembangunan SDM, dan ini sudah kita mulai pada hari ini de­ngan training-training, kerja sama, ’link and match’ antara industri dan SMK, saya senang sekali juga industri dan pondok pesantren,” kata Presiden Joko Widodo di kawasan industri ”Greenland Inter­national Industrial Center, Cikarang, Jumat.

Presiden pada acara tersebut didam­pingi Menteri Koordinator bidang Pem­bangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dan Menteri Pendi­dikan dan Kebudayaan Muhadjir Ef­fendy serta Gubernur Jawa Barat Ah­mad Heryawan.

”Ketersediaan Sumber Daya Manu­sia adalah prasyarat industri, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perlu diantsipasi dengan pendidikan vokasi dengan berorientasi kebutuhan industri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto.

Dalam peluncuran itu ada 141 in­dustri dan 393 Sekolah Menengah Ke­juruan (SMK) yang menanda­ta­ngani 800 perjanjian kerja sama.

Sebelumnya sudah ada 167 industri dan 626 SMK di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah DI Yogyakarta yang melakukan perjanjian kerja sama dalam tahap I dan tahap II.

”Sehingga total ada 1.035 SMK dengan 307 perusahaan dan 12 ribu gu­ru yang ikut dalam pelatihan ini. Satu SMK bisa dibina oleh lebih dari 1 industri karena tiap SMK ada kekhu­susan yang berbeda,” tambah Air­langga.

Dalam acara itu juga diberikan ban­tuan peralatan sebanyak 187 unit dari 18 perusahaan industri kepada 108 SMK. Peralatan itu adalah mesin CNC bubut hasil produksi Winteq, mesin Daihatsu Xenia dan transmisi, sepeda motor Honda dan ”special tools, serta mesin Toyota dan model lainnya.

”Pelatihan vokasi industri 3 in 1 ini juga diikuti oleh 2 pesantren yaitu pe­santren Nurul Iman yang bekerja sa­ma dengan BTN dan pondok pe­santren Sunan Drajat yang bekerja sama dengan BI,” jelas Airlangga.

Kerja sama yang dilakukan sebagian besar meliputi praktik kerja lapangan (PKL), kunjungan industri dan pe­ngem­bangan kurikulum SMK. Sejak 2009, Grup Astra yaitu Astra Honda Motor, Astra Daihatsu Motor, Astra Otoparts, United Tractors, Astra Inter­national dan 9 yayasannya termasuk Politeknik Manufaktur Astra di bawah Yayasan Astra Bina Ilmu telah mem­bina 1.290 SMK.

Pada 2019, Kementerian Perindus­tri­an menargetkan program pendidikan vokasi industri diikuti sebanyak 1.775 SMK dan 355 industri dengan jumlah lulusan tersertifikasi sebanyak 845 ribu orang untuk 25 kompetinsi keahlian bidang idustri.

Kemenperin akan memfasilitas pe­nyediaan dan peningkatan kompe­tensi guru melalui pelatihan dan pe­ma­ga­ngan di industri, penyediaan ”silver expert” sebagai tenaga pe­ngajar di SMK serta penyediaan pe­ralatan ”work­shop” dan laborato­rium di SMK.

Selain itu Kementerin mendorong peran pondok pesantren untuk terlibat melalui Program Pengembangan In­dustri di pondok pesantren yang ber­basis pada ”business process outsour­cing” (BPO), ”joint operation” dan ”capacity building” dengan kerja sama beberapa industri dan perbankan.

Selain itu, juga ditandatangani nota kesepahaman (MoU) peningkatan ka­pasitan kemandirian pondok pe­san­tren dan pemberian ”smart card” Fin­tech untuk mempermudah penge­lolaan ke­uangan pondok pesantren yang dapat dimonitor secara ”real time”, pengiri­man uang dari wali santri kepada santri, belanja di koperasi pesantren, pembe­lian pulsa, menabung, pemasaran pro­duk pesantren ke masyarakat melalui ”e-commerce” serta penyediaan kredit perumahan bagi santri dan pengurus ponpes.

The More You Share, The More You Earn

Share Artikelmu Tentang HR
Dapatkan Reward Ekslusif

Gratis sampai kapanpun