Kecelakaan Jalan Raya Merupan Sebuah Fenomena Global

zuferol 08 February 2010

Kecelakaan lalulintas jalan raya telah menjadi masalah sosial dan ekonomi yang serius hampir di seluruh
negara. Di seluruh dunia, dalam tahun 1998, 1.170.694 orang telah meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas,
setara 2,2% dari seluruh jumlah kematian di dunia. Dari jumlah ini, 88% (1.029.038) kematian terjadi di negara
berpendapatan rendah sampai sedang dan sisanya, 12% (141.656), terjadi di negara berpendapatan tinggi. Pada
tahun 2020 jumlah ini diperkirakan naik menjadi 2,3 juta setiap tahun, urutan ke 3 dari 10 penyebab kematian.
Dari segi ekonomi, kerugian akibat kecelakaan lalulintas adalah setara dengan 1% GNP pada negara
berkembang, 1,5% pada negaranegara
transisi dan 2% pada negara maju. Pada tahun 2000, kerugian sebesar
230 milyar USD telah ditanggung oleh rakyat dan pemerintah Amerika akibat kecelakaan lalulintas. Pada tahun
2003, 10 negara anggota ASEAN telah menderita kerugian akibat kecelakaan lalulintas sebesar 15 milyar USD,
setara 2,2% Gross Domestic Product untuk regional ASEAN.
Banyak negara telah membuat berbagai kajian dan strategi dalam perencanaan, pelaksanaan,
pengendalian, monitoring dan evaluasi keselamatan lalulintas, di antaranya melalui pendekatan rekayasa
(engineering), manajemen lalulintas, hukum, kesehatan, pendidikan dan lainlain.
Namun demikian, dengan
meningkatnya populasi dan mobilitas manusia, jumlah kendaraan ataupun fasilitas transportasi juga terus
bertambah, maka upaya untuk mengatasi masalah kecelakaan lalulintas juga harus dilakukan secara terintegrasi
dan berkelanjutan termasuk mengembangkan inovasiinovasi
baru. Sampai saat ini Indonesia juga sedang
menghadapi masalah kecelakaan lalulintas yang serius. Namun demikian, belum nampak upaya yang memadai
untuk mengatasinya. Kecelakaan lalulintas yang telah memakan korban puluhan ribu orang meninggal setiap
tahun belum mendapat prioritas penanganan. Peristiwa kecelakaan lalulintas masih sebatas untuk informasi dan
konsumsi berita di media, belum direspon dengan tindakan nyata untuk mencegah agar kejadian serupa tidak
terulang di masa yang akan datang.
Melihat kondisi di Indonesia saat ini, beberapa perbaikan diusulkan di antaranya : Sistem kelembagaan
keselamatan lalulintas yang di dalamnya termasuk sistem pendataan dan publikasi; Koordinasi antar lembaga
dan sektor pemerintahan yang membidangi lalulintas; Program keselamatan lalulintas yang terintegrasi dan
berkelanjutan; Kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana keselamatan jalan raya; Kualitas kendaraan dan
muatan angkutan barang maupun penumpang; Manajemen keselamatan lalulintas; Audit keselamatan jalan;
Tindakan hukum bagi pelanggar peraturan lalulintas; Sistem perolehan surat ijin mengemudi (SIM); Sistem
pendidikan dan pelatihan keselamatan lalulintas; Sarana dan prasarana penanganan korban kecelakaan lalulintas;
Penguatan penelitian keselamatan lalulintas. Perbaikan ini diharapkan dapat mencegah ataupun mengurangi
korban kecelakaan secara signifikan, dan akan memperbaiki wajah keselamatan lalulintas jalan raya di Indonesia
di mata masyarakatnya dan dunia internasional.

The More You Share, The More You Earn

Share Artikelmu Tentang HR
Dapatkan Reward Ekslusif

Gratis sampai kapanpun

Rekomendasi Untuk Anda

Harga Bahan Presentasi

10 Poin Reward

DOWNLOAD BAHAN

Tidak memiliki Poin? dapatkan dengan menulis artikel atau Beli disini!