Metode Evaluasi Pekerjaan

Tris Susanti Dewi 11 May 2012

Metode Evaluasi Pekerjaan

Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk keperluan evaluasi pekerjaan. Tetapi metode point-faktor adalah yang paling sering dipakai dewasa ini. Metode point-faktor ini membandingkan antar pekerjaan berdasarkan skala kesulitan masing-masing dengan memberikan angka atau nilai tertentu guna mempermudah perbandingan diantara pekerjaan-pekerjaan itu secara numeric. Metode point-faktor ini menuntut beberapa persyaratan, yakni :
1. Menganalisis semua pekerjaan yang ada didalam organisasi,
2. Seleksi factor-faktor nilai pekerjaan yang ada diseluruh jabatan (pekerjaan dipisahkan menurut jenisnya, sehingga dapat dikembangkan ukuran kompensasi bagi masing-masing jenis pekerjaan yang ada),
3. Pertimbangkan factor-faktor nilai pekerjaan, sehingga nilai paling maksimal bagi suatu pekerjaan adalah 100 (factor-faktor ini, misalnya kecakapan, risiko dan tanggung jawab, yang masing-masing diberi skor/nilai tertentu),
4. Kembangkan tingkat kualitas masing-masing factor nilai pekerjaan tersebut, dan berikan point pada masing-masing tingkat kualitas yang ada dalam setiap job worth factor. Job worth factor ini dapat berupa skill (professional, teknis dan sejenis lainnya), working conditions (tingkat risiko, bahaya dan menyenangkan/tidaknya) dan responsibility. Evaluasikan pekerjaan berdasarkan job worth factor masing-masing pekerjaan dan hitung total pointnya,
5. Tetapkan besarnya pembayaran yang realistic bagi pekerjaan-pekerjaan yang benchmark berdasarkan perbandingan pasar dengan pekerjaan yang serupa dimana saja,
6. Bayar pekerjaan-pekerjaan benchmark berdasarkan nilai pasar, dan bayar pekerjaan yang lain berdasarkan point keseluruhannya masing-masing.

Metode job point-faktor ini diakui diakui sangat stabil dan dapat dipercaya. Asalkan sudah dipertimbangkan secara baik berbagai dimensi pekerjaannya, dan sudah ditetapkan point factor masing-masing, maka pemberian nilai selanjutnya dianggap lebih valid.

Metode point-faktor ini juga mempunyai kelemahan karena mungkin timbul ketidakadilan pada penggajian terhadap orang yang ada pada pekerjaan yang sama. Hal ini karena metode ini hanya member kompensasi pada orang berdasarkan nilai relatif dari pekerjaan mereka, ketimbang berdasarkan kualitas performansi para pekerja dalam pekerjaan-pekerjaan itu. Dalam evaluasi, disamping factor nilai pekerjaan, juga cirri-ciri yang terkait dengan pekerjaan harus dijadikan criteria dalam penetapan gaji.

The More You Share, The More You Earn

Share Artikelmu Tentang HR
Dapatkan Reward Ekslusif

Gratis sampai kapanpun

Rekomendasi Untuk Anda