Peranan Foreman di Perusahaan

Tris Susanti Dewi 12 November 2018

Tugas, fungsi dan peranan foreman atau pengawas mengefektifkan biaya pengeluaran atau cost yang akan atau telah dikeluarkan oleh perusahaan pertambangan. Informasi ini, berisi tentang peranan foreman atau pengawas tambang yang berhubungan dengan biaya atau cost suatu perusahaan. Tidak bisa dipungkiri bahwa pertambangan adalah pekerjaan yang memerlukan investasi yang sangat besar, mulai dari pembelian alat berat yang sangat mahal, biaya selama alat tersebut beroperasi dari pemakaian fuel atau bahan bakar, biaya untuk sumber daya manusia yang digunakan, biaya perawatan dan pembelian sparepart unit, dan biaya  lainnya yang harus dikeluarkan perusahaan pertambangan.

Selain memerlukan investasi yang besar dalam kegiatan operasional nya, dunia pertambangan juga memiliki potensi bahaya yang tinggi yang bisa menimbulkan kecelakaan. Dan ini juga adalah salah satu peranan foreman atau pengawas tambang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pekerja.

Mengefektifkan biaya atau cost yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam kegiatan usaha pertambangan tanpa mengurangi nilai-nilai Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) karyawan dan lingkungan pertambangan tersebut adalah salah satu faktor penting yang harus diperhatikan jika perusahaan ingin bertahan dan bersaing dalam dunia pertambangan. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan foreman atau pengawas tambang yang bisa membantu perusahaan dalam mengefektifkan pengeluaran biaya atau cost tersebut.

Namun foreman juga harus menyadari bahwa mengendalikan cost perusahaan tidak hanya menekan pengeluaran biaya selama kegiatan operasional. Beberapa langkah penting lainnya yang bisa dilakukan foreman atau pengawas tambang untuk mengefektifkan cost perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Memaksimalkan Utilisasi (Eu) Atau Penggunaan Alat Muat Atau Unit Angkut Di Tambang.

Langkah yang bisa diambil foreman atau pengawas tambang dalam mengefektifkan cost atau pengeluaran perusahaan adalah dengan mengoptimalkan penggunaan alat muat atau unit angkut di tambang. Semaksimal mungkin mencarikan job untuk alat muat dan unit angkut yang tidak sedang breakdown atau rusak agar alat muat dan unit angkut tersebut bisa lebih produktif. Terlebih lagi jika alat muat dan unit angkut dibeli perusahaan tambang dengan cara leasing atau kredit di bank. Tentu perusahaan tidak ingin melihat alat muat dan unit angkut tersebut nganggur, sedang kondisi alat muat dan unit angkut dalam kondisi ready untuk kerja.

Selain itu, langkah foreman atau pengawas tambang ini juga bisa menghindarkan perusahaan dari membayar operator atau driver nganggur dikarenakan alat muat dan unit angkut nya tidak dimaksimal kan penggunaan nya padahal alat tersebut dalam kondisi ready.

Jika anda adalah pemilik perusahaan, di antara dua dibawah ini, foreman mana yang anda pilih dalam mengefektifkan cost perusahaan anda:

1. a. Foreman yang pintar mencarikan job untuk alat muat dan unit angkut yang ready milik anda. Dengan begitu anda dapat pemasukan dari pekerjaan alat muat dan unit angkut tersebut. Sehingga ada anggaran untuk membayar leasing atau kreditan alat angkut atau unit angkut milik anda tersebut. Dan anda bisa membayar operator atau driver dari pemasukan yang dihasilkan, atau;

1. b. Foreman yang tidak pintar dan membiarkan alat muat dan unit angkut yang ready dalam keadaaan nganggur di tambang. Anda tetap harus membayar leasing atau kreditan alat tersebut, anda tetap harus membayar operator dan driver dari alat muat dan unit angkut yang nganggur tersebut.

2. Memaksimalkan Availability Atau Ketersediaan Alat Muat Dan Unit Angkut Di Tambang.

Selain mengoptimalkan penggunaan atau utilisasi alat muat dan unit angkut di tambang di atas, langkah selanjutnya yang bisa diambil foreman atau pengawas tambang dalam mengefektifkan biaya pengeluaran atau cost perusahaan adalah dengan memaksimalkan ketersediaan alat muat dan unit angkut di tambang. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan pengawas atau foreman tambang dalam memaksimalkan availability alat muat atau unit angkut.

2. a. Mempertahankan dan meningkatkan mechanical availability (Ma) alat muat dan unit angkut di tambang.
Sebisa mungkin tetap mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan alat secara mekanis. Semaksimal mungkin menghindarkan alat muat dan unit angkut dari kerusakan atau breakdown yang tidak perlu, misalkan unit angkut breakdown patah spring dan patah baut roda di sebabkan oleh kondisi jalan yang tidak baik, maka langkah yang bisa diambil adalah memperbaiki titik-titik jalan rusak yang mungkin menyebabkan unit angkut tersebut breakdown.

2 . b . Mempertahankan dan meningkatkan Physical availability (Pa) alat muat dan unit angkut di tambang.
Sebisa mungkin foreman mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan alat muat dan unit angkut secara fisik. Langkah yang bisa diambil misalnya secepat mungkin memastikan alat muat dan unit angkut bisa beroperasi kembali setelah hujan. Segera scraft jalan jika memungkinkan untuk menghindari kondisi jalan licin saat dilalui unit angkut. Segera pastikan kondisi loading front dan kondisi disposal aman saat operator dan driver beraktivitas kembali di area tersebut. Meminimalkan waktu yang terbuang dari hal-hal yang seharusnya bisa dihindari, bisa juga menjadi langkah untuk mengefektifkan pengeluaran biaya atau cost perusahaan dalam suatu pertambangan.

3. Mempertahankan Dan Meningkatkan Produktivitas Alat Muat Dan Unit Angkut Di Tambang.

Langkah berikutnya yang bisa dilakukan foreman dalam mengefektifkan biaya pengeluaran atau cost perusahaan pertambangan adalah dengan mempertahankan dan meningkatkan produktivitas alat muat dan unit angkut di tambang. Foreman diharapkan bisa mengetahui productivity setiap alat muat dan unit angkut yang berada dalam pengawasan nya. Dengan begitu, foreman bisa memantau berapa hasil produksi yang diperoleh setiap alat muat dan unit angkut di tambang tersebut. Tindakan apa saja yang bisa diambil jika produktivitas alat muat atau unit angkut tersebut menurun. Semakin tinggi produktivitas alat muat dan angkut di tambang, semakin efektif cost atau pengeluaran biaya perusahaan di pertambangan.

4. Meminimalisir Potensi Bahaya Yang Menyebabkan Terjadinya Kecelakaan Di Tambang.

Langkah yang bisa diambil foreman dalam mengefektifkan pengeluaran biaya atau cost perusahaan adalah dengan menekan angka kecekalaan di tambang. Sebisa mungkin mengenali sedini mungkin potensi bahaya yang mungkin terjadi. Jika potensi bahaya sudah diketahui, diharapkan bisa menentukan langkah-langkah bagaimana cara untuk meminimalisir potensi bahaya tersebut. Misalkan jalan licin sehabis hujan, licin nya jalan merupakan potensi bahaya yang mungkin menyebabkan unit tergelincir dan saling bertabrakan jika berpapasan. Untuk menghilangkan potensi bahaya ini adalah dengan scraft jalan yang licin tersebut menggunakan Greader untuk menghilangkan lapisan permukaan jalan yang licin karena adanya lumpur di permukaan jalan tersebut.

Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan akibat kecelakaan yang terjadi di tambang baik itu biaya pengobatan, biaya penggantian sparepart unit, waktu yang terbuang karena unit rusak yang sama dengan pemasukan yang hilang tidak mengefektifkan cost perusahaan. Di samping itu, semakin banyaknya angka kecelakaan tambang yang terjadi di perusahaan tersebut akan mempengaruhi citra dan nama baik perusahaan pertambangan di mata pemerintah, dan ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan tersebut di dunia pertambangan. Foreman atau pengawas tambang diharapkan memahami hal ini.

5. Meminimalkan Waktu Yang Terbuang Dari Hal-Hal Yang Seharusnya Tidak Perlu Terjadi.

Peranan foreman untuk mengefektifkan cost perusahaan berikutnya adalah meminimalisir atau menghilangkan waktu yang terbuang dari hal-hal yang seharusnya bisa dihindari. Beberapa contoh kecil waktu terbuang padahal seharusnya bisa di hindari adalah:

Keterlambatan unit LV (Light Vehicle) atau mobil sarana antar jemput karyawan saat awal shift kerja dan ketepatan waktu saat akhir shift kerja. Masalah refueling pengisian bahan bakar alat muat dan unit angkut saat jam operasional.Karyawan mengambil jam istirahat terlalu awal saat masih jam operasional. Karyawan masuk kembali terlalu lama setelah jam istirahat. Dan lain-lain.

6. Menjalin Kerjasama Dan Komunikasi Yang Baik Dengan Pekerja Atau Anak Buah Pengawas Tersebut.

Langkah yang bisa diambil foreman untuk mengefektifkan biaya pengeluaran atau cost perusahaan lainnya adalah foreman menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan anak buahnya atau pekerja tambang. Kerjasama dan komunikasi yang baik akan membuat pekerjaaan yang dilakukan akan lebih kompak, solid dan bersinergi. Pekerjaaan yang dilakukan dengan solid akan menghasilkan produksi yang lebih daripada pekerjaan yang dilakukan oleh team yang tidak bersinergi. Membuat pekerja merasa aman dan nyaman saat bekerja dan menciptakan suasana kekeluargaan dalam bekerja.

Tentunya masih ada lagi langkah yang bisa diambil foreman dalam peranan nya yang berhubungan dengan mengefektifkan biaya pengeluaran atau cost perusahaan. Jika anda merasa ada hal yang perlu ditambahkan dari informasi yang saya tulis diatas, mohon jangan ragu-ragu untuk menambahkannya di kotak komentar dibawah ini. Harapan saya, semoga sedikit informasi ini bisa membantu pengawas tambang atau foreman dalam mengefektifkan cost di perusahaan tempat dia bekerja, khususnya buat diri saya sendiri. Akhir kata, mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan, terima kasih atas segala perhatian, semoga kita semua tetap diberi Keselamatan dan senantiasa dalam lindungan Tuhan YME Amin.

The More You Share, The More You Earn

Share Artikelmu Tentang HR
Dapatkan Reward Ekslusif

Gratis sampai kapanpun

Rekomendasi Untuk Anda